Naiknya Harga Dollar Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Naiknya Harga Dollar Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Naiknya Harga Dollar Ketidakpastian Pasar Keuangan Global – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian melemah, hingga terus bergerak di kisaran atas Rp 16.215/US$. Nilai tersebut sudah jauh meninggalkan asumsi nilai tukar rupiah yang telah digariskan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk 2024. Berdasarkan data Refinitiv, hingga penutupan perdagangan kemarin rupiah telah turun 0,28% di angka Rp16.215/US$. Posisi ini merupakan slot server thailand yang terburuk sejak masa-masa awal merebaknya Pandemi Covid-19 atau tepatnya sejak 6 April 2020. Dalam asumsi dasar ekonomi makro APBN 2024, nilai tukar rupiah telah diperkirakan pemerintahan Presiden Joko Widodo akan bergerak rata-rata di kisaran Rp 15.000. Berdasarkan pola tahunannya, asumsi nilai tukar rupiah oleh pemerintah kerap melenceng dari realisasinya, seperti saat 2023 ditetapkan Rp 14.800 realisasinya Rp 15.255 per dolar AS. Sementara itu, dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2024, asumsi maxbet alternatif nilai tukar rupiah tahun ini sebesar Rp 15.510 naik dari prognosa 2023 sebesar Rp 15.280. Asumsi ini dipengaruhi berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global yang kemudian memengaruhi aliran modal ke negara berkembang dan memberikan tekanan kepada mata uang dunia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat itu mengatakan, asumsi makro untuk rupiah yang sebesar Rp 15.510 itu jauh lebih kuat dibanding dengan proyeksi rata-rata pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat untuk kuartal IV 2023 yang akan berada pada kisaran Rp 15.755 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi kembali melemah pada Kamis 30/5/2024). Dolar AS berpotensi naik seiring dengan potensi The Fed menahan suku bunga acuan lebih lama. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp16.150 hingga Rp16.200 per dolar AS hari ini. Pada Rabu (29/5/2024), rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,44% menuju level Rp16.160 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat sebesar 0,06% ke posisi 104,67. Sementara itu, mata uang lain di Asia mayoritas melemah. Won Korea, misalnya, mencatatkan pelemahan 0,50%, lalu diikuti yuan China 0,06%, dan rupee India sebesar 0,18%. Adapun baht Thailand, ringgit Malaysia, serta peso Filipina melemah 0,42%, 0,35%, dan 0,87%.

Dollar Meroket Rupiah Melemah

Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa penguatan dolar AS terjadi karena adanya kekhawatiran inflasi akan berada di atas target The Fed. “Kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap berada di atas target The Fed untuk jangka waktu yang lebih lama memberikan beberapa dukungan untuk mata uang AS,” ujarnya dalam publikasi riset. Data hari sebelumnya menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi masih ada dan banyak rumah tangga memperkirakan tingkat suku bunga yang lebih tinggi pada 2025. Adapun Presiden Bank Sentral Federal Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bank sentral AS harus menunggu kemajuan signifikan dalam inflasi sebelum memangkas suku bunga. Bank Sentral bahkan berpotensi mengerek suku bunga jika inflasi gagal menurun. “Inflasi harga konsumen yang menunjukkan bahwa spaceman slot kenaikan harga kurang dari perkiraan pada April sempat meningkatkan harapan bahwa The Fed semakin dekat dengan penurunan suku bunga, namun para pejabat The Fed telah menekankan bahwa mereka ingin melihat kemajuan beberapa bulan lagi sebelum melakukan pelonggaran kebijakan,” kata Ibrahim. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, antara Palestina dan Israel dikhawatirkan dapat berdampak ke ekonomi Indonesia sehingga risiko geopolitik harus terus diawasi. Setiap eskalasi akan memicu volatilitas pasar keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *