Dedi Mulyadi Gagas Holding BUMD ala Danantara di Jawa Barat
Dedi Mulyadi Gagas Holding BUMD ala Danantara di Jawa Barat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan langkah besar dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rencananya untuk membentuk Danantara versi Jabar, sebuah konsep holding BUMD yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja, efisiensi, dan keuntungan bagi daerah.
Langkah ini muncul setelah sorotan terhadap kondisi BUMD Jawa Barat yang dinilai belum memberikan kontribusi optimal. Banyak BUMD yang memiliki aset besar, namun aktivitas bisnisnya tidak berjalan maksimal. Dengan konsep holding, Dedi Mulyadi berharap BUMD dapat lebih terintegrasi, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Latar Belakang Gagasan Danantara Jabar
Dedi Mulyadi menilai bahwa BUMD Jawa Barat saat ini menghadapi situs slot masalah serius. Dari sekitar 41 BUMD yang ada, sebagian besar tidak memberikan keuntungan yang signifikan. Bahkan, ada yang hanya memiliki nama tanpa aktivitas bisnis yang jelas.
Konsep Danantara yang sebelumnya diterapkan di tingkat nasional menjadi inspirasi bagi Dedi untuk diterapkan di Jawa Barat. Holding BUMD ini nantinya akan mengintegrasikan berbagai perusahaan daerah ke dalam satu payung besar, sehingga pengelolaan aset dan bisnis lebih terarah.
Namun, Dedi menegaskan bahwa Bank Jabar Banten (BJB) tidak akan masuk ke dalam holding, karena memiliki peran strategis tersendiri sebagai bank daerah yang sudah mapan.
Kondisi BUMD Jawa Barat Saat Ini
BUMD di Jawa Barat bergerak di berbagai sektor, mulai dari:
- Keuangan dan perbankan.
- Energi dan ketahanan pangan.
- Konstruksi dan infrastruktur.
- Pariwisata dan jasa.
- Kehutanan dan lingkungan.
Meskipun memiliki aset yang relatif tinggi, bahkan mencapai hampir Rp 4 triliun, banyak BUMD yang tidak produktif. Hal ini menjadi alasan utama perlunya restrukturisasi melalui konsep holding.
Tujuan Pembentukan Danantara Jabar
Ada beberapa tujuan utama dari pembentukan Danantara versi Jawa Barat:
- Meningkatkan Efisiensi: Dengan holding, pengelolaan aset dan bisnis lebih terintegrasi.
- Memaksimalkan Keuntungan: BUMD diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
- Meningkatkan Profesionalisme: Holding akan mendorong tata kelola perusahaan yang lebih modern dan transparan.
- Mendorong Investasi: Dengan struktur yang lebih kuat, BUMD bisa menarik investor untuk bekerja sama.
- Mengurangi Kerugian: BUMD yang tidak produktif akan direstrukturisasi agar tidak membebani keuangan daerah.
Baca Juga : Pemkab Bandung Barat Umumkan Status Darurat Longsor
Strategi Implementasi Holding
Dedi Mulyadi menekankan bahwa pembentukan Danantara Jabar tidak bisa dilakukan secara instan. Ada beberapa strategi yang akan diterapkan:
- Audit Menyeluruh: Pemerintah akan melakukan audit terhadap seluruh BUMD untuk mengetahui kondisi keuangan dan operasional.
- Seleksi BUMD: Tidak semua BUMD akan mega wheel masuk ke dalam holding. Hanya yang memiliki potensi bisnis yang jelas.
- Restrukturisasi Manajemen: Pergantian manajemen akan dilakukan untuk memastikan tata kelola yang profesional.
- Integrasi Bisnis: BUMD yang bergerak di sektor sejenis akan digabungkan agar lebih efisien.
- Pengawasan Ketat: Pemerintah akan memperkuat sistem pengawasan agar holding berjalan sesuai tujuan.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun konsep Danantara Jabar terdengar menjanjikan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi:
- Resistensi Internal: Tidak semua manajemen BUMD siap untuk digabungkan ke dalam holding.
- Keterbatasan SDM: Profesionalisme manajemen masih menjadi masalah di beberapa BUMD.
- Kondisi Pasar: Persaingan bisnis di sektor energi, pangan, dan jasa cukup ketat.
- Transparansi: Holding harus memastikan tata kelola yang transparan agar tidak menimbulkan masalah hukum.
- Pendanaan Awal: Restrukturisasi membutuhkan biaya besar yang harus disiapkan pemerintah daerah.
Harapan dari Pembentukan Danantara Jabar
Jika berhasil, pembentukan Danantara Jabar akan membawa banyak manfaat:
- Kontribusi Nyata bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah).
- Peningkatan daya saing BUMD di tingkat nasional dan internasional.
- Penciptaan lapangan kerja baru melalui ekspansi bisnis.
- Penguatan sektor strategis seperti energi, pangan, dan pariwisata.
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Peran Masyarakat dan Investor
Selain pemerintah, masyarakat dan investor juga memiliki peran penting dalam mendukung Danantara Jabar:
- Masyarakat: Mendukung program pemerintah dengan menggunakan produk dan layanan BUMD.
- Investor: Melihat peluang kerja sama dengan holding BUMD yang lebih profesional dan terstruktur.
- Akademisi: Memberikan masukan melalui riset dan kajian ekonomi.
-
Media: Mengawal transparansi agar program berjalan sesuai tujuan.